Mengapa Representasi Perempuan Penting Dalam Isu Lingkungan?

Selasa lalu, saya bersama beberapa teman-teman mengadakan kegiatan nonton bareng film dokumenter berjudul Kinipan yang diproduksi oleh Watchdoc. Dokumenter ini berdurasi cukup panjang, 2 jam 38 menit yang dibagi kedalam 7 bab yang menceritakan kisah-kisah yang berbeda. Ada 2 tokoh utama dalam film ini, yaitu Basuki Santoso dan Feri Irawan dalam memperjuangkan lingkungan hidup di … Read more Mengapa Representasi Perempuan Penting Dalam Isu Lingkungan?


Mencatat Bahasa Waria

Latar belakang kenapa ini harus saya tulis kan adalah karena waria mengalami kehidupan yang kompleks. Tidak mudah menjadi waria di indonesia, namun identitas waria sejatinya meninggalkan kultur, budaya bahasa tersendiri, yang bahasa ini digunakan dalam percakapan sehari hari. Di masa depan semoga penemuan kembali bahasa ini dapat melestarikan salah satu budaya tutur yang ada di … Read more Mencatat Bahasa Waria


Ketika Hak Atas Bahasa Dirampas

Slogan tubuhku otoritasku sudah santer terdengar dimana-mana, diungkapkan oleh banyak perempuan dari berbagai latar belakang. Apalagi di tahun-tahun ini ketika pembahasan mengenai kekerasan seksual bisa ditemui dimana-mana, dari instagram, tik tok, portal berita bahkan mungkin sambil nongkrong tengah malam dan dirubung nyamuk pun masih bahas ini slogan, entah di posisi pro atau kontra dari kacamata … Read more Ketika Hak Atas Bahasa Dirampas


Melihat Bunuh Diri dengan Sudut Pandang Berbeda (Peringatan Hal Pemicu)

“Kenapa kita harus mati untuk bisa bebas? Kenapa kita tidak bisa hidup dan menjadi bahagia?” kalimat yang diucapkan salah satu tokoh dalam komik Suicide Prevention Committee karya S.P. Potato ini benar-benar menohok saya. Saya pikir, saya tidak salah pilih ketika memutuskan untuk membaca komik ini sambil rebahan sementara hujan deras mengguyur kota Banjarmasin diluar. Menceritakan … Read more Melihat Bunuh Diri dengan Sudut Pandang Berbeda (Peringatan Hal Pemicu)


Ketika Perempuan Dihadapkan Pada Mertua Patriarkis

Representasi konflik antara sesama perempuan selalu menarik untuk dianalisa secara kritis sebagai sebuah ironi. Tidak hanya diabadikan sebagai figura cerita didalam film, sinetron, atau seri komedi, sayangnya pertarungan sengit itu benar-benar ada dan laki-laki selalu menjadi subjek yang diperebutkan. Yang paling miris adalah pertarungan yang ditunggangi oleh relasi kuasa, yakni antara mertua dengan menantu dan … Read more Ketika Perempuan Dihadapkan Pada Mertua Patriarkis


Komersialisasi Poligami: Cara Baru Jualan Agama

poligami

Beberapa hari yang lalu, lini masa di akun Twitter saya ramai membincangkan soal pamflet webinar dengan tajuk “45 Hari Sukses Poligami” lengkap dengan biaya ikut serta, kiat-kiat yang bisa didapatkan, dan profil pembicara yang terbukti “berlisensi” karena dibubuhi keterangan “20 tahun poligami, 4 istri, 25 anak” sebagai bukti nyata. Melihatnya, saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Lagi-lagi, … Read more Komersialisasi Poligami: Cara Baru Jualan Agama


Mengapa Harus Menjadi Feminisme 99 Persen

Baru-baru ini, salah satu penerbit di Indonesia menerjemahkan sebuah buku berjudul “Feminism for The 99%” yang ditulis oleh Nancy Fraser bersama kedua rekannya Cinzia Arruza dan Tithi Bhattacharya. Didalam buku ini, para penulis melakukan kajian dan kritik yang dialamatkan pada kesetaraan yang tidak setara dari pandangan penganut feminisme liberal. Bagi mereka, perjuangan feminisme bukan hanya untuk … Read more Mengapa Harus Menjadi Feminisme 99 Persen


“Kamu Gak Kayak Cewek Lain”: Wujud Kebencian Terhadap Perempuan

“Kamu gak kayak cewek lain,” kamu pasti pernah mendengar ini ketika seseorang hendak mendapatkan hatimu dan menerimanya sebagai pacar. “Kamu gak kayak cewek lain,” Ucapnya, saat memberikan kamu gombalan. Mungkin di masa sebelumnya kita akan merasa tersanjung apabila ada laki-laki yang mengucapkan hal tersebut kepada kita, tetapi sudah saatnya kita mulai memikirkan ulang bentuk rayuan … Read more “Kamu Gak Kayak Cewek Lain”: Wujud Kebencian Terhadap Perempuan


Keperawanan, Mitos yang Didongengkan Patriarki

Photo by Thaifilms Official from Pexels

Pada masyarakat patriarki keutuhan selaput darah tak jarang menjadi syarat mutlak laki-laki dalam memilih istrinya. Pada akhirnya perempuan dibebankan tanggung jawab untuk menjaga selaput darahnya hingga sedetik sebelum persenggamaan malam pertama terjadi. Menguak Tabir Keperawanan KBBI menjelaskan keperawanan sebagai kesucian (kemurnian) seorang gadis. Berangkat dari kata dasar “perawan” yang berarti belum pernah bersetubuh dengan laki-laki. … Read more Keperawanan, Mitos yang Didongengkan Patriarki


Membungkam Perempuan lewat Menstruasi

Sejak duduk di bangku SMP, saya menyadari bahwa menstruasi seringkali menjadi momok mengerikan bagi banyak anak serta remaja perempuan. Ketakutan kami terus menerus dipupuk lewat narasi-narasi yang beragam.  Misalnya lewat narasi berbau keagamaan bahwa perempuan yang telah menstruasi mulai menanggung semua dosanya dengan kecenderungan bagi perempuan untuk menjadi seorang pendosa itu sangat besar, karena disebutkan … Read more Membungkam Perempuan lewat Menstruasi


Upaya Perlawanan Sastra dan Perempuan

Dunia Sastra masih banyak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Tidak sedikit yang berpikir bahwa sia-sia melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi untuk mendalami Sastra karena pada akhirnya ilmu tersebut tidak bisa dipakai di dunia kerja. Banyak orang tua maupun lingkungan sekitar mengarahkan anak-anak mereka untuk mengambil jurusan ilmu eksak dibandingkan ilmu humaniora. Sastra dipandang sebatas novel, … Read more Upaya Perlawanan Sastra dan Perempuan


Pengekangan Seksualitas Perempuan

Tumbuh menjadi seorang perempuan di masyarakat patriarki apalagi dalam kelompok masyarakat agamis yang gemar memanfaatkan narasi berbalut agama untuk mengurung gerak perempuan tidaklah mudah. Selain dibatasi dalam ranah publik serta dipenjara lewat berbagai narasi agama bahwa perempuan yang baik ialah mereka yang berdiam di rumah, melayani suami, serta mengerjakan tugas domestik tanpa mengeluh. Kemudian saat … Read more Pengekangan Seksualitas Perempuan


Serial Birthcare Center Menunjukkan Bahwa Momshamming Itu Menyebalkan

Di kehidupan sehari-hari sering kita temui ujaran-ujaran yang dilontarkan kepada perempuan hamil atau yang memiliki anak. Celotehan-celotehan yang katanya bentuk kepedulian, namun, lebih bertujuan pada kritik terbuka yang mempermalukan perempuan tersebut. Beberapa diantaranya seperti  “Masih 3 bulan perutnya kok gede banget” “Udah 6 bulan, perutnya masih kecil ya. Khawatir deh bayinya kekurangan berat badan” “Kok … Read more Serial Birthcare Center Menunjukkan Bahwa Momshamming Itu Menyebalkan


Perempuan dan Usia 30

Usia hanyalah angka, namun entah bagaimana, ketika seorang perempuan memasuki usia tiga puluh, dua angka sederhana ini (3 dan 0) bertransformasi menjadi momok menakutkan yang sangat berurat-berakar di masyarakat. Semua orang setuju bahwa usia tiga puluh adalah saat di mana “harga” seorang perempuan terempas. Saat di mana dirinya tak lagi “laku”, saat di mana dirinya … Read more Perempuan dan Usia 30


Refleksi Seorang Feminis Kristen atas Kriminalisasi Perempuan

Hari ini ramai di twitter orang membicarakan seorang pesohor bernisial GA yang menjadi tersangka kasus video porno Bersama seorang lelaki berinisial MYD. Pun tak kalah ramainya media seperti Lambe Turah ikut memberitakan secara terbuka siapa GA dan MYD serta perilaku apa yang sudah mereka lakukan. Kolom komentar banjir oleh komentar-komentar nyinyir seperti #savegempi, atau komentar … Read more Refleksi Seorang Feminis Kristen atas Kriminalisasi Perempuan


Waria di Tengah Masyarakat

Foto oleh Carey Wagner

Hubungan antara seorang waria dengan masyarakat menjadi perhatian khusus bagi saya, terutama matriks matriksnya. Serta bagaimana waria dapat bertahan hidup ditengah masyarakat yang masih seksis, dan heteronormatif. Di hadapan masyarakat Indonesia yang masih heternormatif, waria menjadi individu yang penuh pertanyaan akibat marjinalisasi yang terjadi padanya secara struktural. Pertanyaan seperti; Apakah waria layak diterima penuh atau … Read more Waria di Tengah Masyarakat


Berbicara Mengenai Perempuan Melalui Sastra

Perempuan akan memberikan tubuhnya pada lelaki yang pantas, dan lelaki itu akan menghidupinya dengan hartanya. Itu dinamakan perkawinan. Kelak ketika dewasa, aku menganggapnya persundalan yang hipokrit. (Ayu Utami, Saman) Kutipan di atas adalah hal yang pertama kali membuat saya (yang kala itu berusia tujuh belas tahun) membenarkan dalam hati. Persundalan yang hipokrit, katanya. Frasa itu terdengar … Read more Berbicara Mengenai Perempuan Melalui Sastra


Melepaskan Diri Dari Cinta Bersyarat

Dua tahun lalu, saya mengikuti sebuah sesi pengenalan diri. Pada sesi tersebut, saya diminta untuk menuliskan timeline dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dari awal saya lahir hingga dewasa. Semua saya tuliskan pada kertas, mulai dari pengalaman masa kecil saya yang berkarir dalam bidang akting, masa-masa mengalami perundungan, hingga akhirnya saya lebih bisa mencintai diri sendiri dan … Read more Melepaskan Diri Dari Cinta Bersyarat


Kim Ji-Young Born 1982 dan Pelecehan Seksual di Dunia Kerja

Di tengah masa karantina, saya disarankan menonton sebuah film berjudul “Kim Ji-Young Born 1982” oleh teman saya. Film yang rilis tahun 2019 ini ternyata banyak menuai pro dan kontra sebab konon berbau feminisme. Sehingga kalangan patirarkis menganggap kalau menonton film ini akan dapat membuat seseorang menjadi feminis. Khususnya perempuan, akan tercerahkan oleh realita dan hak-hak … Read more Kim Ji-Young Born 1982 dan Pelecehan Seksual di Dunia Kerja