Balada Ibu Rumah Tangga

Alkisah hiduplah seorang perempuan bernama Maimunah. Sejak kecil dia dipupuk untuk memenuhi ekspetasi “Istri Ideal” oleh orang tuanya dan menjadi ibu rumah tangga adalah mimpinya. Setelah menikah, dia dengan senang hati menjalani mimpinya. Membangun rumah tangga yang penuh senyuman dan terpenuhi semua kebutuhannya adalah moto hidupnya.  Setiap hari dia bangun jam 4 pagi. Dia pergi … Read more Balada Ibu Rumah Tangga


Berdamai Dengan Diri Sendiri

Tenggelam dalam lautan kesedihanTerjerat dalam kekacauan dunia Aku gadis yang belum cukup dewasaMencoba berdamai dengan diri sendiri Tanpa disadari aku sering gagal untuk berdamai Terlalu malu mengakui keberadaan  Hingga kesal dengan masa lalu yang kelamAkibat dari banyaknya spekulasi terhadap diri sendiri Terkadang melihat hal yang tidak beres terhadap kehidupan orang lainYang sebenarnya itu pantulan ketidakpuasan terhadap … Read more Berdamai Dengan Diri Sendiri


Kamu, Aku, dan Sepatu

“Kenapa sih, kamu beli sepatu terus, padahal di rumah sudah banyak?” Aduuuh…lagi-lagi keluhanmu. Serba salah, deh. Kalau aku tidak mengajakmu ikutan belanja, kamu langsung merengut dan bisa ngambek seharian. Kamu juga akan terus-terusan menelepon atau mengirimiku pesan singkat, bertanya mengenai keberadaanku. Meributkanku yang menurutmu terlalu lama di luar rumah. (Padahal, astaga…aku ‘kan, tidak keluyuran sampai … Read more Kamu, Aku, dan Sepatu


Puan, Mari Runtuhkan Ekonomi!

Ilustrasi oleh Ben Wiseman

Tulisan ini disadur dari puisi Collapse the Economy (oleh Olivia Gatwood dan Megan Falley) Sebuah penelitian memprediksi :Jika pada hari ini semua perempuan berhenti membeli barang dan jasa kecantikan,maka sebelum ayam jantan berkokok besok pagi,perekonomian di seluruh negara di dunia ini akan runtuh. Puisi ini adalah suatu undangan terbuka untuk saudariku, Perempuan.Mari kita runtuhkan ekonomi! … Read more Puan, Mari Runtuhkan Ekonomi!


Nasab

Ruang perawatan bayi selalu berisik ketika lewat tengah malam. Sayangnya, orang-orang tidak pernah mendengar setiap bisik dan jeritan yang saling balas dari kami, para bayi dalam kotak-kotak kecil berisi kasur hingga inkubator. Hari ini, teman kami Petra kembali setelah sebelumnya diadopsi bos pabrik kretek besar selama sehari. Ya, kami sepakat memanggilnya Petra, setidaknya sampai ibu … Read more Nasab


Pembenci Perempuan

Memuliakan, tapi menghina –mulai dari rupa hingga busana.Kecerdasan dianggap ancaman.Wajah dibilang fitnah.Ego sembunyi di balik agamalewat dalil yang dimanipulasikhusus menguntungkan kaumnyaUntuk apa menikahbila salah satu dipaksa harus selalu mengaku salahdan selalu jadi pihak yang kalah? Yang ada hanya nerakabertambah di dunia.Korban dituntut sabar,meski di rumah diperlakukan kasaroleh pemilik hati barbardan otak bebal!


Ideologi

Membungkuk di balik tirai-tirai dominasiMelebur, melebur, melebur, dan hancurRiasannya tentu telah lebih dulu lunturRentang pasrah dan juangnya bak tali temali Hendak ia hitung dan eja seluruhnyaTerlara-laraNelangsaMeranasebab vagina melekat pada dirinya Tiada lagi sukar akan sorai yang membentangSampai meregang keberadaan jiwanya yang kian liyan Apapun selainnya menjadi nista yang malang melintangNanah yang lebih dulu mekar tak … Read more Ideologi


Perhiasan Peradaban

Berguna bagi semua itu sebuah harapanKelak dibutuhkan atau tidak, tak menjadi sebuah bebanMemiliki keintelektualan merupakan sebuah keharusanSemua itu agar terhindar dari bentuk penindasan Mereka berpikir,jika perempuan diam dunia akan indah bak surgaMereka berpikir,jika perempuan diam dunia terasa menjadi istana Tanpa berpikir panjang,mereka akan kehilangan sosok yang berharga untuk masa depanTanpa berpikir ulang, sungguh mereka kehilangan … Read more Perhiasan Peradaban


Persetan Kau

Kami berdiri disini, kau terkejut Kami bersuara, alismu mengerut Kami berteriak, kau menyikut Kenapa? Persetan kau Kami dilecehkan, kau mengintrogasi Kami bercerita, kau tak mempercayai Kami melawan, kau menghakimi Kenapa? Persetan kau Rok kami terlalu pendek? Kami buat lebih Kerudung kami terlalu panjang? Kami buat lebih Jam pulang kami terlalu malam? Kami buat lebih Kenapa? … Read more Persetan Kau


Perempuan Resah

Kadang aku merasa bingung dengan sesama perempuanKenapa?Karena aku berada di antara persimpangan perempuan Perempuan yang berjuangPerempuan yang sedang mengusahakan haknya,Perlindungan untuk mereka,Dan keadilan untuk sesamanya Sedangkan Perempuan yang lainnyaTidak punya hati sepertinya,Bercanda dengan menjatuhkan sesama,Dan mendorong perempuan ke jurang kebohodan,Seperti tidak ada keadilan untuk perempuan Heran Bagaimana bisa?Saya perempuan tidak tahu apa yang di mau … Read more Perempuan Resah


Memilih tak Bekerja Juga Hak Ibu

Suatu hari seorang sahabat menghubungi ku. “Aku mau cerita” katanya.  Dulu sekolah adalah tempat kami berbagi tangis tawa. Namun saat ini kita berada di tempat yang berbeda, dia memilih untuk tinggal bersama suaminya di kota nan jauh disana. Maka dari itu kita tidak lagi semudah dulu jika ingin bersua. Singkat cerita kami telah menyepakati waktu … Read more Memilih tak Bekerja Juga Hak Ibu


Komik Girls’ World Cerminan Perundungan Sesama Perempuan

Sering sekali kita mendengar istilah perundungan atau yang biasa kita kenal sebagai bullying. Wujud dari bullying pun banyak ditemui dalam berbagai bentuk, baik secara fisik, maupun verbal. Seringkali, pelaku berasal dari lingkungan yang sama dengan korban, contohnya pelaku dan korban merupakan sesama teman atau bahkan sesama perempuan. Sudah banyak orang yang concern terhadap fenomena ini. … Read more Komik Girls’ World Cerminan Perundungan Sesama Perempuan


Bidadari Penuh Luka

Taukah kau AdamAku begitu muak padamu  Karena kau tak pernah membelaku dihadapan TuhanTahukah kau Adam begitu konyolnya engkau menganggapku aneh Aku mencintaimuNamun engkau terlalu patuh Ingat AdamAku bukan rusukmu Aku semakin gila cemburuDan penuh luka Ketika tuhan mencipta wanita lain dari rusukmu Kau lebih mencintainyaKau mulai mencampakkanku Maaf Adam,Aku harus bersekongkol dengan iblis jahannamBukan karena … Read more Bidadari Penuh Luka