Mencatat Bahasa Waria

Latar belakang kenapa ini harus saya tulis kan adalah karena waria mengalami kehidupan yang kompleks. Tidak mudah menjadi waria di indonesia, namun identitas waria sejatinya meninggalkan kultur, budaya bahasa tersendiri, yang bahasa ini digunakan dalam percakapan sehari hari. Di masa depan semoga penemuan kembali bahasa ini dapat melestarikan salah satu budaya tutur yang ada di … Read more Mencatat Bahasa Waria


Ketika Perempuan Dihadapkan Pada Mertua Patriarkis

Representasi konflik antara sesama perempuan selalu menarik untuk dianalisa secara kritis sebagai sebuah ironi. Tidak hanya diabadikan sebagai figura cerita didalam film, sinetron, atau seri komedi, sayangnya pertarungan sengit itu benar-benar ada dan laki-laki selalu menjadi subjek yang diperebutkan. Yang paling miris adalah pertarungan yang ditunggangi oleh relasi kuasa, yakni antara mertua dengan menantu dan … Read more Ketika Perempuan Dihadapkan Pada Mertua Patriarkis


Komersialisasi Poligami: Cara Baru Jualan Agama

poligami

Beberapa hari yang lalu, lini masa di akun Twitter saya ramai membincangkan soal pamflet webinar dengan tajuk “45 Hari Sukses Poligami” lengkap dengan biaya ikut serta, kiat-kiat yang bisa didapatkan, dan profil pembicara yang terbukti “berlisensi” karena dibubuhi keterangan “20 tahun poligami, 4 istri, 25 anak” sebagai bukti nyata. Melihatnya, saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Lagi-lagi, … Read more Komersialisasi Poligami: Cara Baru Jualan Agama


“Kamu Gak Kayak Cewek Lain”: Wujud Kebencian Terhadap Perempuan

“Kamu gak kayak cewek lain,” kamu pasti pernah mendengar ini ketika seseorang hendak mendapatkan hatimu dan menerimanya sebagai pacar. “Kamu gak kayak cewek lain,” Ucapnya, saat memberikan kamu gombalan. Mungkin di masa sebelumnya kita akan merasa tersanjung apabila ada laki-laki yang mengucapkan hal tersebut kepada kita, tetapi sudah saatnya kita mulai memikirkan ulang bentuk rayuan … Read more “Kamu Gak Kayak Cewek Lain”: Wujud Kebencian Terhadap Perempuan


Pengekangan Seksualitas Perempuan

Tumbuh menjadi seorang perempuan di masyarakat patriarki apalagi dalam kelompok masyarakat agamis yang gemar memanfaatkan narasi berbalut agama untuk mengurung gerak perempuan tidaklah mudah. Selain dibatasi dalam ranah publik serta dipenjara lewat berbagai narasi agama bahwa perempuan yang baik ialah mereka yang berdiam di rumah, melayani suami, serta mengerjakan tugas domestik tanpa mengeluh. Kemudian saat … Read more Pengekangan Seksualitas Perempuan


Perempuan dan Usia 30

Usia hanyalah angka, namun entah bagaimana, ketika seorang perempuan memasuki usia tiga puluh, dua angka sederhana ini (3 dan 0) bertransformasi menjadi momok menakutkan yang sangat berurat-berakar di masyarakat. Semua orang setuju bahwa usia tiga puluh adalah saat di mana “harga” seorang perempuan terempas. Saat di mana dirinya tak lagi “laku”, saat di mana dirinya … Read more Perempuan dan Usia 30


Waria di Tengah Masyarakat

Foto oleh Carey Wagner

Hubungan antara seorang waria dengan masyarakat menjadi perhatian khusus bagi saya, terutama matriks matriksnya. Serta bagaimana waria dapat bertahan hidup ditengah masyarakat yang masih seksis, dan heteronormatif. Di hadapan masyarakat Indonesia yang masih heternormatif, waria menjadi individu yang penuh pertanyaan akibat marjinalisasi yang terjadi padanya secara struktural. Pertanyaan seperti; Apakah waria layak diterima penuh atau … Read more Waria di Tengah Masyarakat


Melepaskan Diri Dari Cinta Bersyarat

Dua tahun lalu, saya mengikuti sebuah sesi pengenalan diri. Pada sesi tersebut, saya diminta untuk menuliskan timeline dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dari awal saya lahir hingga dewasa. Semua saya tuliskan pada kertas, mulai dari pengalaman masa kecil saya yang berkarir dalam bidang akting, masa-masa mengalami perundungan, hingga akhirnya saya lebih bisa mencintai diri sendiri dan … Read more Melepaskan Diri Dari Cinta Bersyarat


Feminis Tak Bisa Masak? Masa sih?

Seseorang yang tidak kukenal pernah mengirimku pesan melalui Direct Message (DM) Instagram: “Palingan perempuan yang kayak kamu itu, yang koar-koar soal feminisme dan kesetaraan gender, perempuan yang nggak bisa masak yang kerjaannya cuma pengen leyeh-leyeh malas-malasan di rumah, makanya nggak mau jadi ibu rumah tangga”. Membaca DM itu, dari seseorang yang bahkan tidak pernah berbicara … Read more Feminis Tak Bisa Masak? Masa sih?


Menghormati Privasi Mengajarkan Saya Tentang Relasi Sehat

Seringkali saya menemukan banyak teman perempuan saya yang berbagi akun media sosial dengan pasangannya, begitu pula sebaliknya. Atau kadang bertukar handphone (telepon genggam). Kesannya lucu dan romantis karena bisa berbagi hal-hal dalam kehidupan mereka, namun sayangnya seringkali hubungan seperti itu berakhir dengan cerita yang tak menyenangkan. Keduanya putus akibat salah satu atau keduanya terlalu posesif, … Read more Menghormati Privasi Mengajarkan Saya Tentang Relasi Sehat


Yakin Ikut Kelas Poligami?

Baru-baru ini kembali lagi saya melihat brosur “kelas poligami” di Instagram dan whatsapp saya—kelas ini bahkan sempat-sempatnya hadir di tengah pandemi yang belum selesai ini. Sependek pengamatan saya, “kelas poligami” ini  sudah hadir sejak 2018, konsisten dengan selalu menyuguhkan praktisi yang mempunyai istri lebih dari 1. Masing-masing dari mereka akan memberikan materi, seperti: cara cepat dapat … Read more Yakin Ikut Kelas Poligami?


Berdamai dengan Rasa Cemas di Masa Pandemi

Produktivitas tinggi menjadi tren baru di lingkungan kita selama pelaksanaan karantina, efek pandemi Covid-19. Media sosial dipenuhi unggahan orang-orang yang memasak, menata rumah, melukis, belajar bahasa, berolah-raga, dan aktivitas lainnya. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan ini karena cara menghabiskan waktu ketika karantina adalah pilihan masing-masing. Tetapi, seringkali kita lupa bahwa sebagai manusia, kita tidak … Read more Berdamai dengan Rasa Cemas di Masa Pandemi


Pekerja Seks Berdaulat: Menyangkal Kejamnya Dunia Prostitusi di Indonesia

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel di situs web feminis yang membahas pekerja seks yang berdaulat. Dalam artikel tersebut, si penulis berargumen bahwa tidak semua pekerja seks adalah korban yang sangat membutuhkan uang. Ada juga pekerja seks yang menjadikan profesinya secara mandiri, yang cenderung lebih merdeka dan berdaulat akan tubuh dan dirinya sendiri. Artikel … Read more Pekerja Seks Berdaulat: Menyangkal Kejamnya Dunia Prostitusi di Indonesia


Tak Perlu Memuji Lelaki

Dalam konstruksi sosial laki-laki dan perempuan seakan telah diatur sedemikian rupa keberadaannya. Mulai dari cara berpakaian sampai berperilaku. Celakanya, konstruksi masyarakat cenderung jatuh kepada sistem patriarki. Tentu saja perempuan menjadi yang paling banyak dirugikan.  Salah satunya adalah kesulitan masyarakat mengapresiasi kerja perempuan, dan lebih mampu memberi apresiasi pada kerja laki-laki. Bahkan dalam ranah domestik sekalipun. … Read more Tak Perlu Memuji Lelaki