Jika Kalian Kucing dan Kami Ikan Asin

Jika kalian anggap diri kalian sama dengan kucing,
lupakan semua menu enak favorit sejuta umat.
Kalian hanya akan dihidangkan ikan asin
atau sekaleng daging.

Makanlah dengan membungkuk di lantai,
dan menekuk empat kaki,
bukan di meja
bareng sesama manusia.

Jika kalian anggap diri kalian sama dengan kucing,
bukankah sama saja dengan menghina diri sendiri?

Tak ada rasio seperti layaknya manusia,
berlaku suka-suka,
namun tetap ingin dianggap benar dan lebih berlogika.

Ah, lucunya.

Toh, belum tentu semua kucing suka dengan ikan asin.
Ada yang lebih suka ayam dan daging sapi.

Mau pilih yang mana?

Jangan menu untuk manusia.
‘Kan kucing katanya!

Jika kalian anggap kami sama dengan ikan asin,
sepertinya kalian yang sinting.

Ikan asin macam apa yang masih hidup,
berjalan di darat?

Bukankah kebodohan kalian sudah lebih dari cukup?

Mengapa masih saja menyebarkan
paham menyesatkan?

Jika kalian anggap kami sama dengan ikan asin,
pasti kalian yang gagal paham.

Mengapa perempuan kalian samakan dengan makanan?
Tak mau bukan, dituduh kanibal?

Mengapa otak kalian masih juga bebal?
Pikiran terpusat di selangkangan, seolah sudah hilang akal?

Mengapa masih juga lancang,
ingin dianggap manusia,
padahal merasa diri ibarat binatang,
buas dan liar saat melihat perempuan?

Bukankah harusnya binatang yang masuk kandang,
alih-alih cari pembenaran
akan pahammu yang menyesatkan?

Mengemis, menuntut pemakluman?

Sungguh menjijikan!

Masih lebih baik kucing sungguhan
yang tak pernah serang perempuan…
…hanya makanan…
seperti ikan asin dan lainnya…

Leave a Comment

%d bloggers like this: