Mencatat Bahasa Waria

Latar belakang kenapa ini harus saya tulis kan adalah karena waria mengalami kehidupan yang kompleks. Tidak mudah menjadi waria di indonesia, namun identitas waria sejatinya meninggalkan kultur, budaya bahasa tersendiri, yang bahasa ini digunakan dalam percakapan sehari hari. Di masa depan semoga penemuan kembali bahasa ini dapat melestarikan salah satu budaya tutur yang ada di indonesia.

Waria adalah salah satu identitas yang unik, selain identitas ini dianggap lain dan liyan, identitas ini juga menciptakan kode bahasa sendiri dalam percakapan sehari hari. Oleh karena sebagian besar hidup waria berada dalam lingkup khusus, seperti misal di area cebongan (pangkalan waria} atau dalam ruang kerja di salon kecantikan mereka memiliki daya kreativitas untuk mencipta sebuah sandi kata yang pada awalnya eksklusif diperuntukkan untuk kalangan sendiri.

Pengungkapan bahasa itu memang tidak mudah karena berbagai macam kata seperti. Nek, bok, capcus adalah kata asli yang diungkapkan waria dengan intonasi yang khas feminin dan dapat membuat orang senang dengan aksen feminin itu. Tentu ini bukan dilakukan secara sengaja, namun ada jiwa didalam waria yang memiliki daya mencipta bahasa yang pada awalnya memang untuk hiburan eksklusif kalangan waria itu sendiri.

Hari ini, bisa kita lihat di berbagai acara televisi kata kata berintonasi feminin seperti alemong,lambretta, mursida yang berarti alamat, lambat dan murah sudah biasa kita dengar di acara infotainment hiburan. Tentu bahasa waria memiliki nilai edukasi salah satu yang menonjol adalah bagaimana kreativitas penciptaannya.

Sejarah bahasa waria memang terkenal di kalangan komunitas waria itu sendiri dan dipopulerkan oleh almarhum Tata Dado, dan almarhum Ade Juwita, mereka berdua adalah pemain lenong rumpi yang berjaya pada tahun 1990-an. Bahasa waria ini awalnya dicatat oleh Tata Dado. Menurut sumber, ia membawa notes kemana-mana bersama Debby Sahertian untuk mencatat kata kata apa saja yang bisa dicipta untuk bahasa waria.

Pada perkembangannya karena relasi kuasa yang menindas, bahasa waria boleh diterbitkan, namun harus memakai judul yang lebih membumi, dan kamus itu beredar dengan nama kamus bahasa gaul. Kamus itu beredar luas di kalangan masyarakat umum dan naik cetak hingga cetakan ke sebelas. Kemudian beramai ramai lah para intelektual dan ademisi membikin kamus, skripsi dan penelitian mengenai bahasa ini.

Baca:  Suami Saya Bapak Rumah Tangga dan Saya Bangga

Sebagai waria Indonesia berbangga hati karena ada kamus gaul yang mengabadikan berbagai macam kosa kata waria, saya juga memiliki tanggung jawab untuk melestarikan, membumikan bahasa ini karena ini warisan tradisi tutur waria. Saya perlu meneliti kembali asal usul bahasa ini. Karena saya yakin bahasa ini adalah bahasa asli kelompok waria.

Yang membuat saya yakin adalah intonasi bahasa ini yang unik dan diucapkan dengan nada kenes khas waria dan menjadi percakapan waria sehari-hari di seluruh wilayah indonesia. Waria di indonesia yang merasa senasib mereka membentuk kelompok eksklusif dan membahasakan bahasa ini disetiap tuturnya. Kendala yang terjadi adalah mayoritas waria pada zaman itu tidak mendapat cukup pendidikan tinggi untuk menuliskan kata kata ini, hingga mereka membiarkan  dengan rela hati dan riang gembira menerimanya sebagai kamus bahasa gaul. Itu menjadi suatu kehormatan bagi saya karena ada tradisi tutur waria yang dibukukan, namun, saya memiliki inisiatif kembali untuk melacak kata kata ini dan menuliskannya, 

Kata-kata dalam bahasa waria bisa berakhir dengan akhiran ong akhiran wati atau dengan nama tempat, dan nama seseorang juga neologisme (pengungkapan kata baru), dan pergeseran makna. Contoh kata yang berakhir dengan akhiran ong adalah bencong, sekong, alemong,kemenong,centong contoh kata yang disisipi akhiran wati misal sibukwati, rumpikwati, yang berarti sibuk dan cerewet.

Contoh kata dalam ujaran bahasa waria yang menggunakan pergeseran makna seperti maharani berarti mahal, mursida berarti murah, dan contoh kata yang memakai neologisme memakai kata lamberta labambang sidora dori yang berarti terlambat sekali, maskapai yang berarti masker muka

Dalam ujaran bahasa waria juga sering memakai nama tempat, nama orang dan nama merek tertentu semisal botol brandy panasonic, motorola yang berarti pria muda tampan, udara panas, dan kendaraan bermotor. Kemudian ada juga nama orang seperti Kajol, Titi DJ, dan Machica Mochtar yang berarti kata macet dan ucapan agar berhati hati dijalan, kagak jelas atau kakek jelek, dan memakai nama tempat seperti lapangan bola yang berarti lapar.

Dalam ujaran bahasa waria ini juga ada kata kata yang mengandung pujian seperti endulita, endang sulastri, endang estorina, cucok meyong yang itu semua berarti enak, sedap dipandang, dan dirasa juga memuji keindahan dan ketampanan. Tentu bahasa waria bergerak secara dinamis mengikuti perkembangan zaman, perlu ditelusuri lagi di situs marginal, tempat-tempat nongkrong waria percakapan bahasa sehari hari.

Baca:  Kami Bukan Anak Durhaka, Hanya Saja Kami Ingin Bahagia

Adapula kegunaan dan fungsi yang menyehatkan dalam tradisi tutur waria:

  1. Banyak kalangan umum yang bercakap dengan bahasa ini dan ketika berkomunikasi menghilangkan kebosanan dan setres.
  2. Sebagai arena bermain dan belajar, ketika orang orang membumikan tradisi tutur waria mereka akan menajamkan daya kreativitas dalam berbahasa.
  3. Sebagai kode identitas rahasia, menggunakan bahasa ini juga dapat berbicara secara rahasia (tertutup) di kalangan sendiri.
  4. Humor yang menghibur, banyak ditemukan ujaran bahasa waria ini digunakan dalam sebuah acara untuk menghibur masyarakat 
  5. Sarana sosial, bukti berpengaruhnya kaum waria oleh kalangan heteronormatif, dengan banyak kalangan umum masyarakat secara tidak langsung memakai bahasa waria ini.

Tentu saja ragam bahasa Indonesia dengan ujaran waria menjadi satu tradisi tutur yang unik dan menarik. Bahasa ini menjadi inklusi dan membuat kaum waria yang mengalami peminggiran menjadi terlihat dan membaca situasi. Kata-kata dengan bahasa ujaran waria ini akan semakin dinamis, dan dimasa depan kata-kata itu akan menjadi satu kamus bahasa waria, karena memang identitas warialah yang membumikannya dari zaman ke zaman.

Aktif dalam kegiatan seni tulis menulis, dan performing art. Salah satu karyanya Drama Wanita Tanah Jahannam ditampilkan dalam aksi Gejayan Memanggil dan roadshow di beberapa kampus Yogya. Jessica juga salah satu personil project seni vokal grup transpuan pertama di Indonesia bernama Amuba. Kini ia magang di Cemeti Art Institute.

Leave a Comment

%d bloggers like this: