On the Basis of Sex: Ketika Lelaki Mendapatkan Diskriminasi

Apa jadinya ketika lelaki mendapatkan diskriminasi? Ya tentu saja lelaki juga bisa mendapatkan diskriminasi jika hukum yang ada tidak berpihak pada lelaki tatkala ia harus melakukan kerja perawatan.

On the Basis of Sex menceritakan kisah nyata tentang perjuangan Ruth Bader Ginsburg (diperankan oleh Felicity Jones) untuk membawa wacana tentang hukum yang adil gender ke ranah publik. Sejak lulus dari Universitas Columbia, ia kesulitan menemukan pekerjaan sebagai pengacara sehingga ia memutuskan untuk mengajar Diskriminasi Berbasis Seks di kampus.

Melihat frustrasi Ruth, Martin (diperankan Ammie Hammer) mengajaknya terlibat untuk membantu Charles Moritz, yang tidak mendapatkan deduksi pajak dari pemetinah karena memperkerjakan seorang perawat untuk mengurus ibunya yang sudah senja. Ia tidak mendapatkan deduksi pajak karena saat itu di Amerika tidak menyebutkan bahwa lelaki yang tidak menikah bisa mendapatkan deduksi pajak. Hal ini dikarenakan lelaki dianggap tidak melakukan kerja perawatan dan bukan tanggung jawabnya untuk mengurus keluarga.

Zaman sudah berubah dan tentunya hukum berubah mengikuti eranya. Ruth membawa kasus ini hingga ke pengadilan dan menunutut pemerintah untuk membayar ganti rugi yang dialami Charles. Karena Ruth tidak pernah di ruang pengadilan ia harus terus melatih dirinya agar terbiasa berargumen.

Di saat yang sama pula, Martinlah yang paling jago membela kasus-kasus pajak sehingga Ruth dan Martin bekerja sama untuk membela kliennya di hadapan pengadilan hingga bisa memenangkan argumen-argumennya. Tak hanya di pengadilan, Ruth dan Martin bekerjasama untuk berbagi tugas rumah tangga dan mengurus anak mereka, Jane dan James. Selain itu, ketika Martin dan Ruth masih sekolah, Ruth seringkali menggantikan Martin di kelasnya karena Martin sedang sakit. Ruth pun mentranskripkan kuliah-kuliah Martin dan membantu Martin mengerjakan tugas-tugasnya.

Baca:  Film North Country: Penindasan Perempuan Dimana-mana

Awalnya Ruth dan anaknya, Jane, jarang akur, namun keduanya saling membangun pengertian. Jane menjadi inspirasi bagi Ruth ketika melihat anaknya berani melawan pelecehan seksual di jalanan. Jane kemudian sering membantu ibunya tatkala menyediakan persiapan untuk kasus-kasus di peradilan. Ini juga #MommyGoals banget bisa selalu bersama dengan putrinya memperjuangkan apa yang mereka percayai.

Kasus yang Ruth angkat menjadi awal dari sekian kasus untuk menantang hukum-hukum yang seksis dan bias baik terhadap perempuan dan lelaki. Ia juga mempertanyakan apakah hukum-hukum tersebut konstitusional atau tidak jika tidak menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Kasus Charles ini membuat kita berfikir, kenapa tidak ada cuti ayah untuk orangtua yang baru melahirkan anaknya? Kenapa tidak ada tunjangan suami untuk perempuan yang bekerja? Kenapa tidak ada tanggungan untuk bapak rumah tangga?

Tentu tidak hanya perempuan yang mendapatkan diskriminasi namun lelaki juga mendapatkannya ketika mereka hendak melakukan pekerjaan yang sering diasosiasikan dengan pekerjaan perempuan. Sayangnya butuh kasus dimana lelaki yang mendapatkan diskriminasi sehingga mendapatkan perhatian publik dan orang bisa paham bahwa diskriminasi berbasis gender itu nyata dan sama tidak mengenakkannya.

Dalam film, argumentasi Ruth adalah tidak seharusnya pemerintah Amerika membuat Charles bersalah hanya karena ia lelaki yang tidak menikah dan merawat ibunya. Dan tidak seharusnya pula peraturan hukumnya membatasi apa yang bisa didapatkan perempuan dan lelaki untuk mendapatkan akses kesejahteraan.

Film ini memang agak berat karena banyak istilah hukum yang konteksnya berbeda dengan Indonesia, namun pesan yang tersampaikan jelas sekali. Pesan-pesan yang disampaikan melalui film ini masih relevan, dan jika kita kontekstualkan dengan keadaan hukum di Indonesia, banyak sekali perangkat hukum yang tidak berpihak pada perempuan.

Baca:  Bukan Penis Envy, tapi Womb Envy: Perlawanan Karen Horney terhadap Pandangan Misoginis

Film On the Basis of Sex menceritakan awal-awal perjuangan Ruth. Pada tahun 1993, Ruth dinominasikan oleh Presiden Clinton untuk duduk di mahkamah agung, dan melalui suara senat yaitu 96 banding 3 suara ia diangkat menjadi hakim.

Perjuangan Ruth memang masih panjang. Dan hingga hari ini, ia menjadi suara perlawanan di dalam Mahkamah Agung Amerika Serikat. Baru saja ia bersama anggota hakim mahkamah agung lainnya mengeluarkan keputusan bahwasannya memecat orang berdasarkan orientasi seksual adalah perbuatan melanggar hukum.

Selain edukatif tentunya penonton dimanjakan dengan aktingnya Felicity dan Ammie yang menawan. Mungkin bagian ini yang paling saya suka yaitu bagaimana mereka pandai sekali memerankan pasangan yang saling mendukung.

Film ini wajib ditonton oleh semua gender dan tentunya dengan pendampingan jika ingin menonton bersama anak-anak. Bagi mahasiswa hukum dan aktifivis perempuan, film ini bisa menjadi inspirasi untuk melakukan gerakan-gerakan kecil yang nyata di lingkungan kita.

Seorang feminis Jawa yang sesekali melakoni sebagai dokter gigi serta melawan segala ketidakmungkinan untuk menemukan cinta, kehidupan, dan semangat hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *