Persetan Kau

Kami berdiri disini, kau terkejut

Kami bersuara, alismu mengerut

Kami berteriak, kau menyikut

Kenapa? Persetan kau

Kami dilecehkan, kau mengintrogasi

Kami bercerita, kau tak mempercayai

Kami melawan, kau menghakimi

Kenapa? Persetan kau

Rok kami terlalu pendek? Kami buat lebih

Kerudung kami terlalu panjang? Kami buat lebih

Jam pulang kami terlalu malam? Kami buat lebih

Kenapa? Persetan kau

Riasan kami terlalu tebal? Tutup matamu!

Wajah kami tak tertata? Tutup matamu!

Tubuhku tak ideal? Tutup matamu!

Kenapa? Persetan kau

Kau suruh kami ganti pakaian, kami tak lakukan

Kau suruh kami duduk di rumah, kami tak lakukan

Kau suruh kami mengangkat galon, kami tak lakukan

Kenapa? Persetan kau

Kami bukanlah boneka yang bisa kau mainkan

Kami bukanlah robot yang bisa kau perintahkan

Kami, perempuan yang juga manusia

Kenapa? Persetan kau

Perempuan kelahiran Tasikmalaya ini juga seorang mahasiswa Ilmu Hukum di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Baca:  Perempuan Resah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *