Puan, Mari Runtuhkan Ekonomi!

Tulisan ini disadur dari puisi Collapse the Economy (oleh Olivia Gatwood dan Megan Falley)

Sebuah penelitian memprediksi :
Jika pada hari ini semua perempuan berhenti membeli barang dan jasa kecantikan,
maka sebelum ayam jantan berkokok besok pagi,
perekonomian di seluruh negara di dunia ini akan runtuh.

Puisi ini adalah suatu undangan terbuka untuk saudariku, Perempuan.
Mari kita runtuhkan ekonomi!

Keluarkan semua pembalut menstruasi yang kita punya, semprotkan hairspray, sulut dengan api, lalu lemparkan ke kantor pusat pemasaran Maybelline.

Kumpulkan semua krim dan losion tubuh dan sabun pemutih kulit yang kalian punya lalu mari kita buat perosotan penuh gelembung di kolam renang terdekat.

Teh pembakar lemak rasa leci yang selalu di endorse para beauty influencer? Lebih baik dicampur bensin dan digunakan untuk membakar bihun.
Karena standar kecantikan perempuan itu ya bihun. Kurus, putih, dan tinggi.  

Coba banyangkan!

Korset sama slimming suit asiknya dijadikan apa?
Kalau bukan jadi ketapel raksasa buat menimpuk cairan silikon ke setiap orang yang suka mengomentari dan mengobjektifikasi payudara dan bokong perempuan.

Katanya Tante Victoria punya rahasia? Iya, rahasianya adalah kalau sebentar lagi bisnisnya bakalan kita buat bangkrut!

Mereka pikir pergerakan perempuan akan berakhir hanya dengan orasi dan membakar beha saja?

HAHAHAHA. Malam masih panjang Tuan!

Tampon, pembalut, bahkan kamu… Diva Cups! Kalian akan menjadi hal basi dari masa lalu.
Nanti malam, kota ini akan kami lukis merah dengan darah kami!

PENGUMUMAN!

Dubur dan vagina perempuan tak butuh perawatan pemutihan.
Minum saja sendiri Bayclin, biar bersih sedikit punya pikiran.

Eh Mas, memang mau pasangin saya bulu mata palsu tiap hari?
Enggak kan? Yaudah, sama!

Baca:  Rumah

Ada promo beli sampo?
Apakah sepaket dengan fitur Photoshop buat mengedit rambut mbak modelnya?
Enggak?
Kalau begitu… Tidak, terimakasih!

Terkutuklah kamu laman rekomendasi 10 pembersih organ intim terbaik! Aroma dan kadar keasaman vagina kami akan baik-baik saja tanpa kalian.

Alat pencukur bulu warna merah muda, sayonara!
Seperti kasih ibu, rambut kemaluan dan bulu ketiak kami akan berkibar sepanjang masa.

Aku pikir iblis tidak nyata, tapi rupanya begitu banyak industri yang meraup keuntungan dengan memanfaatkan rasa takut perempuan!

Saudari,

Aku telah meneliti setiap senti tumbuhku seperti mencari kutu.
Aku genggam dan aku lerai daging di perut, paha, dan lenganku.
Aku menilang minyak dan komedo pada pori-pori wajahku.

Sampai tidak ada lagi yang tersisa.
Sampai yang tersisa hanya aku yang habis ditelan cermin.

Seberapa banyak hari kulewati dengan menangis karena aku tidak menyukai diriku di depan cermin?
Seberapa lama aku harus mengedit foto wajah dan badanku pada tiga aplikasi yang berbeda?

Terimakasih semua majalah kecantikan, untuk 6 cara meniruskan dagu dan pipi. Persetan kalian semua.
Terimakasih semua lipstik merah jambu hingga merah pantat monyet.
Mulai sekarang kalian hanyalah pena untuk menulis pada dinding kamar.

Terimakasih semua krim dan kosmetik yang membuat kami seolah tidak terlihat kecuali jika berdandan.
Karena dengan begitu, kalian tidak akan pernah tahu kapan kami akan balik menyerang.

“Aku cantik dan Aku cukup”

***

Berikut puisi asli dari Runtuhkan Ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *