Berdamai Dengan Diri Sendiri

Tenggelam dalam lautan kesedihanTerjerat dalam kekacauan dunia Aku gadis yang belum cukup dewasaMencoba berdamai dengan diri sendiri Tanpa disadari aku sering gagal untuk berdamai Terlalu malu mengakui keberadaan  Hingga kesal dengan masa lalu yang kelamAkibat dari banyaknya spekulasi terhadap diri sendiri Terkadang melihat hal yang tidak beres terhadap kehidupan orang lainYang sebenarnya itu pantulan ketidakpuasan terhadap … Read more Berdamai Dengan Diri Sendiri


Puan, Mari Runtuhkan Ekonomi!

Ilustrasi oleh Ben Wiseman

Tulisan ini disadur dari puisi Collapse the Economy (oleh Olivia Gatwood dan Megan Falley) Sebuah penelitian memprediksi :Jika pada hari ini semua perempuan berhenti membeli barang dan jasa kecantikan,maka sebelum ayam jantan berkokok besok pagi,perekonomian di seluruh negara di dunia ini akan runtuh. Puisi ini adalah suatu undangan terbuka untuk saudariku, Perempuan.Mari kita runtuhkan ekonomi! … Read more Puan, Mari Runtuhkan Ekonomi!


Perhiasan Peradaban

Berguna bagi semua itu sebuah harapanKelak dibutuhkan atau tidak, tak menjadi sebuah bebanMemiliki keintelektualan merupakan sebuah keharusanSemua itu agar terhindar dari bentuk penindasan Mereka berpikir,jika perempuan diam dunia akan indah bak surgaMereka berpikir,jika perempuan diam dunia terasa menjadi istana Tanpa berpikir panjang,mereka akan kehilangan sosok yang berharga untuk masa depanTanpa berpikir ulang, sungguh mereka kehilangan … Read more Perhiasan Peradaban


Persetan Kau

Kami berdiri disini, kau terkejut Kami bersuara, alismu mengerut Kami berteriak, kau menyikut Kenapa? Persetan kau Kami dilecehkan, kau mengintrogasi Kami bercerita, kau tak mempercayai Kami melawan, kau menghakimi Kenapa? Persetan kau Rok kami terlalu pendek? Kami buat lebih Kerudung kami terlalu panjang? Kami buat lebih Jam pulang kami terlalu malam? Kami buat lebih Kenapa? … Read more Persetan Kau


Perempuan Resah

Kadang aku merasa bingung dengan sesama perempuanKenapa?Karena aku berada di antara persimpangan perempuan Perempuan yang berjuangPerempuan yang sedang mengusahakan haknya,Perlindungan untuk mereka,Dan keadilan untuk sesamanya Sedangkan Perempuan yang lainnyaTidak punya hati sepertinya,Bercanda dengan menjatuhkan sesama,Dan mendorong perempuan ke jurang kebohodan,Seperti tidak ada keadilan untuk perempuan Heran Bagaimana bisa?Saya perempuan tidak tahu apa yang di mau … Read more Perempuan Resah


Perem-Puan

Situlang rusuk yang dipandang sebelah mataHidup dibawah selangkangan priaYang tak menurut siap-siap jadi mangsa Perem – puan Yang sejak kecil dinaungi tuntutanSudah besar digundrungi permasalahanSeperti dipeluk bayangan pemerkosaanLagi-lagi yang salah puanDituding perihal baju yang tak sopanDan jalan yang gemulaiBahkan salah-salah jadi korban perisakkan


Namanya Senyap

Tubuh adalah makam yang lahir dari rahim kembangmatanya lautan jejak dan jamah yang berserakankukunya kunang-kunang yang menghidupkan kidung kematian Namanya senyapcelananya hilang, bajunya koyak di selokan, kuncir rambutnya tertinggalia tumbuh dari gaduh dan teriakdari sesak dan desakdari raung dan gelapdari luka dan air mata yang diusap sia-siaagar tiada Namanya senyapmengetuk rumah-rumah telingamenyebut nama-namadan ia masih … Read more Namanya Senyap


Perempuan Tanpa Labia

Ilustrasi oleh Ruth Basagoitia

Kenapa aku harus malu? Apa karena tak memiliki labia? Aku perempuan tanpa labia Aku perempuan tanpa titik kenikmatan Aku perempuan tanpa klitoris Kemaluanku mengembang kuncup Tidak tegak, ajaib dan penuh seni keagungan Aku menghargainya Ketubuhanku yang gemulai Membuatku sadar atas keperempuanku Aku memiliki tanda kenikmatan yang berbeda Suaraku yang nyaring bagai dewi malam Kusyukuri Karena … Read more Perempuan Tanpa Labia


Dewi Durjana

Tidak apa apa  Keluarga membuangku Tidak menjadi masalah Aku merdeka Pertengkaran karena identitas dan pekerjaan yang kulakukanMembuat mereka larut dan memecutku Aku merdeka Aku tertatih mandiri dan sendirian untuk bergerak bebas dan majuKulakukan hal yang dianggap laknatUntuk hal hal yang kupenuhi Sayang itu menjadi pupusNamun aku menghormati dan mendoakan merekaKeluargaku Yang melabeliku durjana 9.54/7/9/19